| Akuntabilitas Negara Khilafah |
|
|
|
| Ditulis oleh ihsan | ||||||
| Thursday, 24 January 2008 | ||||||
Syariah dan khilafah sudah terlanjur dicap buruk oleh negara barat. Mereka melalui penguasaan jaringan medianya sangat gencar mempropagandakan opini yang hakekatnya merupakan ketakutan-ketakutan mereka sendiri jika kelak syariah dan khilafah tegak kembali. Mereka pun sibuk mencari kecelaan sejarah penerapan syariah dan khilafah di masa yang lampau sebagai pembenaran atas stigma tersebut. Celakanya, umpama jari telunjuk menunjuk hidung orang lain, justru empat jari yang lain mengarah pada dirinya sendiri. Di saat lantang berteriak khilafah sebagai rejim totaliter, negara-negara barat dengan demokrasinya justru menekan secara politik, melakukan penyiksaan dan spionase yang berlebihan terhadap segala gangguan dan ancaman terhadap kepentingan-kepentingannya. Kegagalan menampilkan demokrasi sebagai alternatif di negeri-negeri Muslim telah mengalihkan perhatian kaum Muslimin pada Islam dan Khilafah. Mayoritas umat Islam juga menginginkan sebuah “Timur Tengah Baru’ – seperti diusulkan AS – namun Timur Tengah yang mereka dambakan ialah Timur Tengah dimana mereka hidup berdasarkan syariah, bukan hukum sekular-demokratis (halaman 41). Kesalahan umum yang seringkali dituduhkan oleh para pemikir barat adalah pemahaman bahwa pemerintah di sistem khilafah haruslah orang-orang yang suci. Hal ini jelas tak memiliki landasan. Mereka salah dalam memahami sistem khilafah dan tak bisa mengapresiasi mekanisme akuntabilitasnya.Penulis buku ini berpendapat akuntabilitas di dalam negara khilafah dibangun atas tiga hal. Khilafah terjamin pertama-tama melalui institusi pemerintahan, kedua di dalam kewajiban untuk mendirikan partai-partai politik, dan ketiga melalui kewajiban individu yang diemban seluruh warganegara (halaman 44). Beberapa kisah yang dikutip buku ini menggambarkan lebih kongkret akuntabilitas negara khilafah. Kisah pertama adalah tentang prosesi pengangkatan Utsman bin Affan sebagai khalifah dari mulai proses pemilihan hingga ba’iat umat kepadanya. Yang kedua, kisah pengadilan sengketa baju zirah yang melibatkan khalifah Ali bin Abi Thalib dan seorang Yahudi. Ada juga kisah Jariyah bin Qudama as-Sa’adi yang mendebat keras khalifah yang saat itu dijabat oleh Muawiyyah bin Abu Sufyan. Tulis komentar |
||||||
| Terakhir diperbaharui ( Monday, 05 May 2008 ) | ||||||
| < Sebelumnya |
|---|
| Profil Kami |
| Cabang Kami |
| Pembukaan Cabang |
| Kumpulan Pertanyaan |
| Kantor Pusat |

Judul : 150 Menit Belajar Membaca Kitab Gundul
Penulis: Yasir Tajid S.M
Harga : Rp. 65.000 (Termasuk 2 CD Interaktif)
Membaca kitab gundul telah menjadi momok bagi para santri di pondok pesantren, aktivis dakwah yang mengkaji kitab-kitab berbahasa arab dan siapa pun yang berminat mempelajari Islam langsung dari sumber yang kebanyakan menggunakan bahasa arab gundul. Berbagai metode ditawarkan dalam pembelajaran membaca kitab gundul ini. Namun tak banyak yang menjanjikan waktu singkat untuk menguasainya. Salah satunya adalah buku 150 Menit Belajar Membaca Kitab Gundul ini.
Untuk pemesanan buku silahkan kunjungi Toko Buku Khilafah Centre atau hubungi 021-4894133/ 081387823409 (Surya).
Suara Islam Edisi 49
Islam hanya akan bisa dimenangkan jika para pejuangnya bersatu dan saling bahu membahu. Rasulullah akan bergembira bila melihat orang-orang yang mengaku menjadi umatnya secara tulus ikhlas memperjuangkan Islam dengan gagah berani tanpa basa-basi. Sebaliknya Rasulullah akan bersedih bila aktivis partai Islam hanya menjadikan Islam sebagai tunggangan mencari kekuasaan dan kenikmatan duniawi. Maka arus Islam 2009 menjadi harapan umat demi kejayaan Islam. Beranikah partai-partai Islam membuktikan? Wallahu 'alam.
Dapatkan segera di Khilafah Centre. Tersedia pula Edisi Promosi dengan harga khusus. Hubungi Rasyid di 021-4894133/ 021-32926952 atau Surya di 081387823409.
Suara Islam Edisi 48
Era reformasi ibarat era kebebasan. Saking bebasnya, asing pun dengan leluasa memaksakan atau mengarahkan para penguasa negeri ini. Seharusnya di era kebebasan, para penguasa negeri ini berani menolak intervensi asing apapun dalam berbagai bentuknya. Nyatanya, itu tidak terjadi. Pemerintah sepertinya kehilangan akal. Atau memang ini teknik pemerintah untuk mencari popularitas.
Dapatkan segera di Khilafah Centre. Tersedia pula Edisi Promosi dengan harga khusus. Hubungi Rasyid di 021-4894133 atau 021-32926952.