Khilafah, Radikalisme dan Ekstrimisme PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh ihsan   

ImageJudul: Khilafah, Radikalisme dan Ekstrimisme
Penulis: Hizbut Tahrir Britain
Penerbit: Pustaka Thariqul Izzah
Cetakan: Cetakan I, Juni 2008
Tebal: xviii + 151 halaman
Harga : Rp. 15.000,-

 

Sebentar lagi kita akan menyaksikan perubahan politik yang lebih besar dari robohnya tembok Berlin, runtuhnya komunisme atau berakhirnya apartheid di Afrika Selatan. Perubahan itu adalah hancurnya kedigdayaan Amerika Serikat dan ideologi kapitalisme yang diembannya.

Saat ini, perubahan tersebut sedang diusung di negeri-negeri kaum muslimin. Penindasan dan penjajahan selama bertahun-tahun yang dilakukan oleh hegemoni AS, secara perlahan tapi pasti semakin terbongkar. Pergerakan yang menuntut tegaknya kembali sistem politik Islam, yakni Khilafah Islamiyah, merupakan satu-satunya alternatif yang diyakini dapat mengusir dan menggantikan pemerintahan tirani diktator yang telah mengotori negeri-negeri muslim.

Kesadaran warga muslim terutama di Timur Tengah terhadap niat busuk kehadiran AS di wilayah mereka makin menguat. Hal ini tercatat dalam jajak pendapat Zogby-Universitas Maryland di enam negara Timur Tengah. Hasilnya 76% responden menyatakan bahwa tujuan utama AS di sana adalah mencari minyak. Alasan lain yang disebutkan ingin melindungi Israel (68%), menguasai wilayah (63%), dan menekan kekuatan negeri-negeri muslim (59%).  

Penelitian lain yang dilakukan Universitas Maryland dalam laporannya pada April 2007 menyatakan:

"Mayoritas responden di sebagian besar negara-negara mendukung penerapan Syariat dengan ketat, menolak nilai-nilai Barat, dan bahkan menyatukan seluruh negeri Islam.”    

Menyadari betul perubahan yang sedang terjadi, para politikus Barat termasuk George W Bush, menebar peringatan akan konsekuensinya. Dalam pidato di hadapan rakyat AS pada 8 Oktober 2005, Bush menyatakan:

“The militants believe that controlling one country will rally the Muslim masses, enabling them to overthrow all moderate government in the region, and establish a radical Islamic empire that span from Spain to Indonesia.” (Para militan yakin, bahwa dengan menguasai satu Negara akan menggerakkan kaum Muslim, yang membuat mereka mampu menggulingkan semua pemerintahan moderat di wilayah tersebut, dan membangun kekuasan Islam radikal yang menyebar dari Spanyol hingga Indonesia).

Pada kesempatan lain, Bush juga pernah menyampaikan:

”They hope establish a violent political utopia across the Middle East, which they call Caliphate, where all would be ruled according to their hateful ideology.” (Mereka berangan-angan untuk membangun utopia politik kekerasan di sepanjang Timur Tengah, yang mereka sebut dengan Khilafah, dimana semua akan diatur berdasarkan pada ideologi yang penuh kebencian.).

Pelekatan istilah kekerasan memang seringkali digunakan untuk menyudutkan kaum muslim. Istilah-istilah yang dipakai seperti misalnya, “Islamisme” telah membuat sebuah komunitas menjadi semakin “radikal” dan memunculkan sikap “ekstrimisme” orang-orang yang ada di dalamnya.

Permasalahannya, Barat telah menggunakan kosa kata yang salah yang menumbuhkan keyakinan pada diri mereka sendiri bahwa pengaruh Islam yang semakin kuat ini akan semakin mengganggu dan patut dicurigai. Hal ini pula, masih menurut mereka, yang menjadi penyebab kekerasan dan terorisme.

Pemahaman yang salah juga ditunjukkan pada sebuah laporan International Crisis Group berjudul “Understanding Islamism”.  Dalam laporan ini dinyatakan bahwa “Islamisme” atau Islam politik yang dipahami oleh sebagian kaum muslim sebagai komitmen politik digunakan untuk mempengaruhi muslim lain dengan tujuan politik, memanfaatkan kebencian dan menghambat kepentingan Barat.

Selanjutnya, dalam laporan ICG tersebut dijelaskan, “konsep Islam politik dan definisinya sebagai masalah hanya muncul ketika politik Islam mulai menunjukkan sikap anti-Barat dan anti-AS. Islam hanya dianggap politik ketika dipandang sebagai ancaman.”

Jelaslah sudah, dalam pandangan Barat, “radikalisme” dan “ekstrimisme”  -yang bagi mereka bahasa lain dari kebangkitan politik Islam- dipandang sebagai ancaman potensial, yang akan mengancam bagi kendali, eksploitasi dan campur tangan mereka di negeri-negeri Muslim.




RSS comments

Tulis komentar
Nama:
E-mail
Homepage
Judul:
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Komentar:



Code:* Code
I wish to be contacted by email regarding additional comments

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >

 

Support

Marketing

Admin


Bekam dan Pengobatan Islami

Telah Dibuka pusat bekam dan pengobatan Islami. Percayakan kesehatan anda pada metode yang diajarkan Rasulullah saw. Kunjungi kliniknya di KC Pusat Jl Balai Pustaka Raya No. 26 Jakarta Timur, Telp 021- 4894133.

Buku Laris

Image

Judul : 150 Menit Belajar Membaca Kitab Gundul
Penulis: Yasir Tajid S.M

Harga : Rp. 65.000 (Termasuk 2 CD Interaktif)

Membaca kitab gundul telah menjadi momok bagi para santri di pondok pesantren, aktivis dakwah yang mengkaji kitab-kitab berbahasa arab dan siapa pun yang berminat mempelajari Islam langsung dari sumber yang kebanyakan menggunakan bahasa arab gundul. Berbagai metode ditawarkan dalam pembelajaran membaca kitab gundul ini. Namun tak banyak yang menjanjikan waktu singkat untuk menguasainya. Salah satunya adalah buku 150 Menit Belajar Membaca Kitab Gundul ini.

Untuk pemesanan buku silahkan kunjungi Toko Buku Khilafah Centre atau hubungi 021-4894133/ 081387823409 (Surya).

Majalah/Tabloid

Image Suara Islam Edisi 49

Islam hanya akan bisa dimenangkan jika para pejuangnya bersatu dan saling bahu membahu. Rasulullah akan bergembira bila melihat orang-orang yang mengaku menjadi umatnya secara tulus ikhlas memperjuangkan Islam dengan gagah berani tanpa basa-basi. Sebaliknya Rasulullah akan bersedih bila aktivis partai Islam hanya menjadikan Islam sebagai tunggangan mencari kekuasaan dan kenikmatan duniawi. Maka arus Islam 2009 menjadi harapan umat demi kejayaan Islam. Beranikah partai-partai Islam membuktikan? Wallahu 'alam.

Dapatkan segera di Khilafah Centre. Tersedia pula Edisi Promosi dengan harga khusus. Hubungi Rasyid di 021-4894133/ 021-32926952 atau Surya di 081387823409.

 
Image Suara Islam Edisi 48

Era reformasi ibarat era kebebasan. Saking bebasnya, asing pun dengan leluasa memaksakan atau mengarahkan para penguasa negeri ini. Seharusnya di era kebebasan, para penguasa negeri ini berani menolak intervensi asing apapun dalam berbagai bentuknya. Nyatanya, itu tidak terjadi. Pemerintah sepertinya kehilangan akal. Atau memang ini teknik pemerintah untuk mencari popularitas.

Dapatkan segera di Khilafah Centre. Tersedia pula Edisi Promosi dengan harga khusus. Hubungi Rasyid di 021-4894133 atau 021-32926952.

 

Link