| Persepsi-persepsi Berbahaya |
|
|
|
| Ditulis oleh ihsan | ||||
| Saturday, 14 June 2008 | ||||
|
Dominasi negara-negara Barat Kafir yang dimotori AS untuk menguasai dunia bukan saja merambah bidang politik, ekonomi dan militer, melainkan juga bidang pemikiran. Serangan Barat yang dilontarkan terhadap kaum Muslim melalui pemikiran jauh lebih berbahaya karena bentuknya tidak kasat mata dan langsung mempengaruhi pola pikir maupun pola sikap umat Islam.
Buku kecil ini mencoba membahas berbagai pemikiran tersebut dalam rangka menjelaskan sejumlah bahaya dan kekeliruannya. Berikut diantaranya: Terorisme dan fundamentalisme merupakan dua kata yang sering dilekatkan pada organisasi maupun aktivis muslim dengan persepsinya yang negatif. Dua kata ini sengaja diberikan oleh pihak Barat kepada siapa saja yang memusuhi dan menghalang-halangi kepentingan mereka. Kata terorisme sendiri mulai diperkenalkan pada tahun 1979. Dalam sebuah seminar, Dinas Intelijen AS dan Dinas Intelijen Inggris menyepakati bahwa terorisme adalah penggunaan kekerasan untuk melawan kepentingan-kepentingan sipil guna mencapai target-target politis. Kemudian, AS dan Inggris bersama sekutu-sekutunya membuat undang-undang dan hukum terkait dengan terorisme yang sesuai dengan orientasi politik mereka. Sebagai contoh, AS pada awalnya mencap pemboman gedung Penyelidikan Federal di Oklahoma pada tahun 1995 lalu sebagai aksi terorisme. Akan tetapi, ketika terbukti bahwa pelaku pemboman adalah kalangan milisi AS sendiri, pemboman yang semula dianggap aksi terorisme kemudian hanya dianggap sebagai aksi kriminal biasa. Sementara itu, istilah fundamentalisme muncul pada awalnya di Eropa pada akhir abad ke-19. Istilah ini muncul untuk menujukkan sikap gereja protestan yang antipati terhadap kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Telah tertancap kemudian dalam benak orang-orang Eropa bahwa fundamentalisme adalah musuh ilmu pengetahuan dan kemajuan. Fundamentalisme dipahami sangat dekat dengan keterbelakangan pola pikir yang tidak selaras dengan masa kebangkitan. Atas dasar itu, sesungguhnya orang Baratlah yang memberikan predikat fundamentalis kepada sebagian dari mereka sendiri yang menolak kemajuan ilmu pengetahuan yang terlahir dari ideologi kapitalisme-sekular. Namun kemudian, istilah ini coba ditempelkan kepada kelompok Islam dan para aktivitasnya dengan maksud agar umat Islam tetap berada dalam keterbelakangan dan jauh dari kebangkitan hakiki. Ini memang masalah yang strategis bahkan sangat vital bagi Barat. Mereka tak menghendaki Islam dan umat Islam bangkit lalu menghancurkan hegemoni dan ketamakan mereka selama ini. Sebagaimana pertarungan antara kebaikan dan kejahatan atau antara kebenaran dan kebatilan, sudah menjadi sunatullah akan selalu berhadap-hadapan antara pemikiran-pemikiran Islam yang sahih dengan pemikiran Barat yang batil lagi jahat. Pertarungan pemikiran (ash-shira’ al-fikri) ini melengkapi perjuangan politik (al-kifah as-siyasi) dan pertarungan fisik atau jihad (ash-shira ad-damawi) menyusul berdirinya Daulah Islamiyah kelak sebagaimana hal ini pula yang dihadapi oleh Rasulullah saw dan para sahabatnya. Tulis komentar |
||||
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|
| Profil Kami |
| Cabang Kami |
| Pembukaan Cabang |
| Kumpulan Pertanyaan |
| Kantor Pusat |

Judul : 150 Menit Belajar Membaca Kitab Gundul
Penulis: Yasir Tajid S.M
Harga : Rp. 65.000 (Termasuk 2 CD Interaktif)
Membaca kitab gundul telah menjadi momok bagi para santri di pondok pesantren, aktivis dakwah yang mengkaji kitab-kitab berbahasa arab dan siapa pun yang berminat mempelajari Islam langsung dari sumber yang kebanyakan menggunakan bahasa arab gundul. Berbagai metode ditawarkan dalam pembelajaran membaca kitab gundul ini. Namun tak banyak yang menjanjikan waktu singkat untuk menguasainya. Salah satunya adalah buku 150 Menit Belajar Membaca Kitab Gundul ini.
Untuk pemesanan buku silahkan kunjungi Toko Buku Khilafah Centre atau hubungi 021-4894133/ 081387823409 (Surya).
Suara Islam Edisi 49
Islam hanya akan bisa dimenangkan jika para pejuangnya bersatu dan saling bahu membahu. Rasulullah akan bergembira bila melihat orang-orang yang mengaku menjadi umatnya secara tulus ikhlas memperjuangkan Islam dengan gagah berani tanpa basa-basi. Sebaliknya Rasulullah akan bersedih bila aktivis partai Islam hanya menjadikan Islam sebagai tunggangan mencari kekuasaan dan kenikmatan duniawi. Maka arus Islam 2009 menjadi harapan umat demi kejayaan Islam. Beranikah partai-partai Islam membuktikan? Wallahu 'alam.
Dapatkan segera di Khilafah Centre. Tersedia pula Edisi Promosi dengan harga khusus. Hubungi Rasyid di 021-4894133/ 021-32926952 atau Surya di 081387823409.
Suara Islam Edisi 48
Era reformasi ibarat era kebebasan. Saking bebasnya, asing pun dengan leluasa memaksakan atau mengarahkan para penguasa negeri ini. Seharusnya di era kebebasan, para penguasa negeri ini berani menolak intervensi asing apapun dalam berbagai bentuknya. Nyatanya, itu tidak terjadi. Pemerintah sepertinya kehilangan akal. Atau memang ini teknik pemerintah untuk mencari popularitas.
Dapatkan segera di Khilafah Centre. Tersedia pula Edisi Promosi dengan harga khusus. Hubungi Rasyid di 021-4894133 atau 021-32926952.