Pilar-pilar Pengokoh Nafsiyah Islamiyah PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh ihsan   
Tuesday, 06 May 2008

ImageJudul : Pilar-pilar Pengokoh Nafsiyah Islamiyah
Penulis: Hizbut Tahrir
Dikeluarkan oleh: Hizbut Tahrir
Cetakan: V, April 2008
Tebal: 443 halaman
Harga : 40.000 

Seseorang yang memiliki pengetahuan yang luas tentang Islam belum bisa dinyatakan memiliki kepribadian Islam (syakhshiyah Islamiyah). Karena ilmu saja tidaklah cukup. Sehingga, labelisasi cendekiawan muslim atau pun tokoh Islam semestinya tidak hanya diukur dari level pendidikan maupun penguasaan retorika seseorang yang acapkali berbicara atas nama Islam. Pada pengantar buku ini disampaikan bahwa syakhshiyah atau kepribadian itu terbentuk oleh dua hal, ‘aqliyah (pola pikir) dan nafsiyah (pola sikap).

Sesungguhnya syakhshiyah Islamiyah tidak akan nampak pada seorang muslim kecuali jika ‘aqliyah-nya adalah ‘aqliyah Islamiyah, yang mengetahui hukum-hukum yang memang dibutuhkannya, dengan senantiasa menambah ilmu-ilmu syariah sesuai dengan kemampuannya. Pada saat yang sama, nafsiyah-nya juga merupakan nafsiyah Islamiyah, sehingga dia akan melaksanakan hukum-hukum syara’, bukan sekadar untuk diketahui, tetapi untuk diterapkan dalam segala urusannya, baik dengan Penciptanya, dengan dirinya sendiri, maupun dengan sesamanya, sesuai dengan cara yang memang disukai dan diridhai oleh Allah Swt (halaman 11).

Buku ini dipersembahkan untuk seluruh kaum muslimin wa bil khusus bagi mereka yang telah mengikrarkan dirinya sebagai pengemban dakwah. Kehadiran buku ini menjadi penting di tengah-tengah hegemoni sekularisme yang menyerang masyarakat. Dimana banyak di antara umat muslim yang menjadi korban, ‘aqliyah-nya dikacaukan dan nafsiyah­-nya dilemahkan sehingga mereka seakan kehilangan kepribadiannya. 

Sebagaimana judulnya, buku ini memberikan gambaran mengenai pola sikap yang seharusnya dibangun oleh seorang muslim dengan disertai dalil-dalil syara’ dan kisah para sahabat yang berlimpah di setiap lembar halamannya. Pesan umum dari buku ini adalah agar supaya umat Islam pada saat ini kembali menauladani Rasul saw dan para sahabat dimana Rasulullah saw diutus dengan membacakan ayat-ayat Allah kepada para sahabat, menyucikan jiwa mereka, dan mengajari mereka mengenai al-Quran dan as-Sunnah. Tak hanya itu, Rasul pun mengajak para sahabatnya berjuang mengemban risalah Ilahi ini ke seluruh penjuru dunia.

Konsistensi pada kebenaran pun diajarkan oleh Rasul Muhammad saw kepada para sahabat dan juga pada kita semua. Perjalanan memperjuangkan dan membela kebenaran akan senantiasa menemui hambatan dan rintangan. Sebagai mana Rasul dan para sahabat yang tak luput menghadapi penyiksaan, pembunuhan, pemboikotan, stigma negatif dengan propaganda tuduhan-tuduhan dusta, dan upaya-upaya lainnya yang dilakukan oleh musuh-musuh Islam. Setangguh-tangguhnya para sahabat memiliki sikap konsisten, namun mereka pernah pula mengadu pada Rasulullah saw, dan meminta Rasul agar berdoa meminta pertolongan kepada Allah untu mereka.

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dari Khubab bin al-Arats, Rasulullah saw menjawab:

“Dahulu ada lelaki sebelum kalian yang dikubur hidup-hidup, dan digergaji dari kepalanya hingga  membelah badannya menjadi dua. Tapi hal itu tidak menghalanginya dari agama Allah. Ada juga yang tulang dan urat di bawah dagingnya disisir dengan sisir besi, tapi hal itu tidak menghalanginya dari agama Allah. Demi Allah! Urusan (agama) ini akan sempurna hingga penunggang kuda dari Shan’a sampai Hadra Maut tidak merasa takut kecuali kepada Allah, atau serigala yang akan memangsa kambing. Tetapi kalian tergesa-gesa.” (Halaman 198-199)

Bagian lain yang tidak kalah pentingnya dari buku ini adalah pembahasan mengenai akhlak. Hal ini dapat menjadi panduan bagi para pengemban dakwah untuk senantiasa memperbaiki akhlaknya yang tentunya disandarkan pada aturan-aturan yang telah ditetapkan oleh Allah Swt. Sehingga tuduhan dari beberapa kalangan yang menyatakan bahwa banyak pengemban dakwah yang kurang akhlaknya akan terbantahkan dengan sendirinya.

Para pengemban dakwah sudah semestinya berusaha memiliki akhlak mulia, diantaranya: cermat dalam perkataan, teliti dalam menyampaikan informasi, bertutur kata baik, menampakkan wajah berseri, berbaik sangka kepada orang beriman, amanah, memuliakan ulama, orangtua, dan orang yang memiliki keutamaan; Bahkan dalam berbicara pun harus beradab, baik dalam mengajar, berkhuthbah, dan berdebat (Bagian 15).

Buku ini memang tak dilengkapi analisis dan pembahasan yang mendetail namun justru hal ini yang mendorong para pembaca untuk mengamalkan isi buku ini secara praktis di kehidupan sehari-harinya. Semoga Allah memberikan kemudahan pada kita untuk senantiasa memiliki nafsiyah dan juga syakshiyah Islam.   




RSS comments

Tulis komentar
Nama:
E-mail
Homepage
Judul:
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Komentar:



Code:* Code
I wish to be contacted by email regarding additional comments

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >

 

Support

Marketing

Admin


Dapatkan CD Diskusi Namru-2

Dapatkan segera CD Diskusi Terbatas FUI membongkar Namru-2 yang menghadirkan Siti Fadilah Supari (Menkes), Munarman (FUI) dan Wawan Purwanto (Pengamat Intelijen). Hubungi 021-4894133/ 081387823409 (Surya).

Buku Laris

Image

Judul : 150 Menit Belajar Membaca Kitab Gundul
Penulis: Yasir Tajid S.M

Harga : Rp. 65.000 (Termasuk 2 CD Interaktif)

Membaca kitab gundul telah menjadi momok bagi para santri di pondok pesantren, aktivis dakwah yang mengkaji kitab-kitab berbahasa arab dan siapa pun yang berminat mempelajari Islam langsung dari sumber yang kebanyakan menggunakan bahasa arab gundul. Berbagai metode ditawarkan dalam pembelajaran membaca kitab gundul ini. Namun tak banyak yang menjanjikan waktu singkat untuk menguasainya. Salah satunya adalah buku 150 Menit Belajar Membaca Kitab Gundul ini.

Untuk pemesanan buku silahkan kunjungi Toko Buku Khilafah Centre atau hubungi 021-4894133/ 081387823409 (Surya).

Majalah/Tabloid

Image Suara Islam Edisi 49

Islam hanya akan bisa dimenangkan jika para pejuangnya bersatu dan saling bahu membahu. Rasulullah akan bergembira bila melihat orang-orang yang mengaku menjadi umatnya secara tulus ikhlas memperjuangkan Islam dengan gagah berani tanpa basa-basi. Sebaliknya Rasulullah akan bersedih bila aktivis partai Islam hanya menjadikan Islam sebagai tunggangan mencari kekuasaan dan kenikmatan duniawi. Maka arus Islam 2009 menjadi harapan umat demi kejayaan Islam. Beranikah partai-partai Islam membuktikan? Wallahu 'alam.

Dapatkan segera di Khilafah Centre. Tersedia pula Edisi Promosi dengan harga khusus. Hubungi Rasyid di 021-4894133/ 021-32926952 atau Surya di 081387823409.

 
Image Suara Islam Edisi 48

Era reformasi ibarat era kebebasan. Saking bebasnya, asing pun dengan leluasa memaksakan atau mengarahkan para penguasa negeri ini. Seharusnya di era kebebasan, para penguasa negeri ini berani menolak intervensi asing apapun dalam berbagai bentuknya. Nyatanya, itu tidak terjadi. Pemerintah sepertinya kehilangan akal. Atau memang ini teknik pemerintah untuk mencari popularitas.

Dapatkan segera di Khilafah Centre. Tersedia pula Edisi Promosi dengan harga khusus. Hubungi Rasyid di 021-4894133 atau 021-32926952.

 

Link