Hikayat 1001 Malam PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh ihsan   
Tuesday, 06 May 2008

ImageTentu telinga kita sudah akrab mendengar kisah-kisah seperti Aladdin dan Lampu Wasiat, Ali Baba, Sinbad si Pelaut dan Abu Nawas. Kisah-kisah tersebut sebenarnya merupakan bagian dari kumpulan cerita rakyat Arab dalam buku yang berjudul Alfu Laila wa Laila. Kisah-kisah ini banyak diceritakan kembali dalam berbagai bahasa dan versi, tidak hanya di kawasan Persia (sekarang wilayah Iran, Iraq, Afghanistan, Tajikistan, dan Uzbekistan) namun juga oleh negeri-negeri Eropa. Bahkan, Amerika pun mengangkat cerita tersebut ke dalam film dan kartun animasi.

 

Buku yang dalam versi bahasa Inggris berjudul The Arabian Nights ini pertama kali diperkenalkan pada bangsa-bangsa Barat oleh seorang sarjana Prancis bernama Jean Antoine Galland. Dia menemukan naskah kumpulan dongeng Arab ini dalam perjalanannya sebagai kolektor benda-benda antik untuk sebuah museum. Jean lalu menerjemahkannya ke dalam bahasa Prancis menjadi sebanyak 12 jilid pada 1704-1717.

Hingga saat ini, penulis buku yang dikalim sudah menjadi milik dunia (tidak hanya orang Arab dan Persia) ini masih misterius. Ada yang berpendapat kisah ini ditulis oleh Abu Abdullah bin Abdus Al Jasyyari berdasarkan cerita berbahasa Persia berjudul Hazar Afsanak yang berarti Seribu Cerita. Namun, versi lain mengatakan bahwa buku ini ditulis oleh lebih dari satu penulis dan pada masa yang berbeda-beda.

 

Kisah ini dituturkan dengan gaya bercerita oleh Syahrizad, istri Raja Syahriyar, yang bercerita atas permintaan adiknya, Dunyazad, dan didengarkan oleh sang raja. Syahrizad bercerita agar sang raja tidak melakukan pembunuhan terhadap dirinya.


Disebutkan bahwa Raja Syahriyar dan adiknya, Raja Syahzaman, pada mulanya adalah raja yang adil selama 20 tahun pemerintahannya, namun kemudian berubah menjadi raja yang kejam yang membunuh setiap wanita yang dikawininya pada malam pertama pernikahan.

 

Perubahan sifat raja berawal dari penyelewengan istrinya dan penyelewengan istri adiknya yang melakukan perzinahan dengan budak berkulit hitam sewaktu raja pergi berburu. Perbuatan itu dilihatnya sendiri karena ia tiba-tiba pulang untuk mengambil sesuatu yang terlupa. Ketika ia berada di negeri adiknya, Syahzaman, ia juga melihat perbuatan seorang istri adiknya dengan budak berkulit hitam sewaktu adiknya tidak berada di rumah.


Syahriyar menjadi orang yang tidak percaya pada setiap wanita. Dendamnya pada wanita dilampiaskannya pada gadis-gadis yang dinikahinya. Setelah beberapa lama, di negeri itu sudah tidak didapatkan lagi gadis yang akan dipersembahakan kepada raja, kecuali puteri wazir, yaitu Syahrizad.


Syahrizad bersedia dinikahkan dengan raja untuk menyelamatkan nyawa wanita-wanita yang lain. Syahrizad digambarkan sebagai wanita cerdas yang banyak membaca cerita, hikayat, dan kisah lama. Sejak malam pertama sampai malam ke 1001, ia bercerita berbagai cerita secara bersambung sampai subuh Dengan cerita-cerita ini akhirnya raja sadar dan insaf, dan puteri Syahrizad selamat dari pembunuhan

 

Meskipun ada pendapat bahwa dunia Islam telah menyumbangkan Hikayat 1001 Malam ini  pada khazanah literatur sastra dunia, namun sayang tidak nampak walau setidaknya dalam bentuk ungkapan metaforis akan nilai-nilai Islam di dalamnya. Bahkan di beberapa fragmen ada pertentangan antara yang diceritakan di dalamnya dengan kenyataan yang ada. Salah satu contohnya adalah sosok Khalifah Harum Al Rasyid.

 

Harun Ar Rasyid dalam dongeng ini digambarkan sebagai tokoh yang berkepribadian santai, terkesan pemalas duduk di sofa besar bertelekan bantal besar yang empuk dengan mengenakan pakaian kebesaran khas kesultanan Baghdad. Hal ini tentu bertentangan dengan sosok sang Khalifah pada dunia nyata.




Komentar (2)
RSS comments
1. 23-06-2008 19:06
 
:cry
Guest
 
Alamat email ini telah dilindungi dari spam bots, Javascript harus aktif untuk melihatnya
2. 15-11-2008 23:41
 
1001 malam
:) good lah
Guest
 
Alamat email ini telah dilindungi dari spam bots, Javascript harus aktif untuk melihatnya

Tulis komentar
Nama:
E-mail
Homepage
Judul:
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Komentar:



Code:* Code
I wish to be contacted by email regarding additional comments

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >

 

Support

Marketing

Admin


Dapatkan CD Diskusi Namru-2

Dapatkan segera CD Diskusi Terbatas FUI membongkar Namru-2 yang menghadirkan Siti Fadilah Supari (Menkes), Munarman (FUI) dan Wawan Purwanto (Pengamat Intelijen). Hubungi 021-4894133/ 081387823409 (Surya).

Buku Laris

Image

Judul : 150 Menit Belajar Membaca Kitab Gundul
Penulis: Yasir Tajid S.M

Harga : Rp. 65.000 (Termasuk 2 CD Interaktif)

Membaca kitab gundul telah menjadi momok bagi para santri di pondok pesantren, aktivis dakwah yang mengkaji kitab-kitab berbahasa arab dan siapa pun yang berminat mempelajari Islam langsung dari sumber yang kebanyakan menggunakan bahasa arab gundul. Berbagai metode ditawarkan dalam pembelajaran membaca kitab gundul ini. Namun tak banyak yang menjanjikan waktu singkat untuk menguasainya. Salah satunya adalah buku 150 Menit Belajar Membaca Kitab Gundul ini.

Untuk pemesanan buku silahkan kunjungi Toko Buku Khilafah Centre atau hubungi 021-4894133/ 081387823409 (Surya).

Majalah/Tabloid

Image Suara Islam Edisi 49

Islam hanya akan bisa dimenangkan jika para pejuangnya bersatu dan saling bahu membahu. Rasulullah akan bergembira bila melihat orang-orang yang mengaku menjadi umatnya secara tulus ikhlas memperjuangkan Islam dengan gagah berani tanpa basa-basi. Sebaliknya Rasulullah akan bersedih bila aktivis partai Islam hanya menjadikan Islam sebagai tunggangan mencari kekuasaan dan kenikmatan duniawi. Maka arus Islam 2009 menjadi harapan umat demi kejayaan Islam. Beranikah partai-partai Islam membuktikan? Wallahu 'alam.

Dapatkan segera di Khilafah Centre. Tersedia pula Edisi Promosi dengan harga khusus. Hubungi Rasyid di 021-4894133/ 021-32926952 atau Surya di 081387823409.

 
Image Suara Islam Edisi 48

Era reformasi ibarat era kebebasan. Saking bebasnya, asing pun dengan leluasa memaksakan atau mengarahkan para penguasa negeri ini. Seharusnya di era kebebasan, para penguasa negeri ini berani menolak intervensi asing apapun dalam berbagai bentuknya. Nyatanya, itu tidak terjadi. Pemerintah sepertinya kehilangan akal. Atau memang ini teknik pemerintah untuk mencari popularitas.

Dapatkan segera di Khilafah Centre. Tersedia pula Edisi Promosi dengan harga khusus. Hubungi Rasyid di 021-4894133 atau 021-32926952.

 

Link