Aktif Dakwah Malah Dijauhi? PDF Cetak E-mail
Wednesday, 26 March 2008
Assalamu'alaikum..

Ustad saya mau menanyakan sesuatu, saya adalah pemuda yang alhamdulillah kini aktif dalam jamaah dakwah, dan kini saya sedang berusaha mengajak pemuda2 di lingkungan saya untuk mengikuti saya untuk mendakwahkan daulah khilafah bersama-sama.

Namun saya menemui banyak kendala yang saya hadapi, seperti teman2 yang malah menjauh dari saya, trus yang ingin saya tanyakan bagaimana cara saya mengajak para pemuda di lingkungan saya, sedangkan mereka menjauhi saya dan bagaimana cara untuk mengajak mereka? Sukron.

Iskandar

__________________________________

Wa’alaikumussalam wr wb,

Sesungguhnya Allah SWT telah menganugerahkan kenikmatan kepada makhluk-makhlukNya berupa keterciptaan dan keberadaan mereka di muka bumi ini setelah sebelumnya tidak ada. Atas karuniaNya, Allah pun mengistimewakan sekelompok orang atas seluruh umat manusia dengan nikmat Islam. Atas kasih sayangNya, Allah telah mengkhususkan sekelompok ummat Islam atas umat Islam yang lain dengan nikmat mengemban dakwah. Mereka itu adalah para Nabi, para Rasul, serta orang-orang yang mengikuti jejak langkah mereka dan melakukan amalan-amalan mereka.

Tentunya kita patut bersyukur pada Allah yang telah memberikan nikmat dakwah yang kita emban ini.

Yang perlu kita ingat, aktivitas dakwah sesungguhnya aktivitas yang dilakukan para Nabi dan Rasul. Apa yang dialami oleh para Nabi dan Rasul, juga secara pasti akan dialami oleh para pengemban dakwah –siapa pun dan dimana pun ia berada. Tentu saja selama penyampaian dakwahnya sama sebagaimana yang pernah mereka lakukan dahulu. Resiko yang dialami oleh para Nabi dan Rasul, juga akan dialami oleh para pengemban dakwah. Hambatan dan tantangannya tak jauh beda dengan hambatan dan tantangan yang dijumpai oleh para Nabi dan Rasul

Telah sampai pada kita, kisah tauladan Nuh A.s., Ibrahim A.s., Musa A.s., Isa A.s., dan Muhammad Saw. Mereka adalah manusia-manusia pilihan yang telah Allah muliakan di muka bumi ini. Namun, tak kurang-kurangnya Allah berikan ujian dan cobaan kepada mereka. Para Nabi dan Rasul yang Allah kasihi ini dijauhi, dimusuhi bahkan dikucilkan oleh keluarga mereka, orang-orang terdekat dan juga masyarakat yang menolak risalah kebenaran yang mereka emban. Sangat wajar kemudian jika kita yang mewarisi dakwah mereka ini mengalami hal yang sama.

Berikut ini sejumlah pelajaran dan hikmah yang bisa diambil oleh setiap pengemban dakwah dari perjalanan dakwah para Nabi dan Rasul ini:

Pertama, di antara yang paling penting diperlukan oleh para pengemban dakwah adalah keteguhan dalam dakwah. Allah Swt berfirman:

“Semua kisah rasul-rasul itu Kami ceritakan kepadamu, yaitu kisah-kisah yang dengannya Kami meneguhkan hatimu. Dalam surat ini telah datang kepadamu kebenaran, pengajaran, dan peringatan bagi orang-orang Mukmin.”(TQS. Hud [11]: 120)

Kedua, para pengemban dakwah seharusnya memiliki sikap sabar atas berbagai ujian dan cobaan yang menimpanya. Sikap sabar yang terus menerus dilakukan akan mendatangkan pertolongan dari Allah. Tanpa sikap sabar ini Allah tidak akan menolong dan memuliakannya. Allah Swt berfirman:

“Sesungguhnya telah didustakan pula rasul-rasul sebelum kamu, tetapi mereka sabar atas pendustaan dan penganiayaan yang dilakukan terhadap mereka sampai datang pertolongan Kami kepada mereka. Tidak ada seorang pun uang dapat mengubah kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Sesungguhnya telah datang kepadamu sebagian dari berita rasul-rasul itu.” (TQS. Al-An’am [6]: 34)

Ketiga, pengemban dakwah wajib untuk ikhlas semata-mata hanya karena Allah dalam setiap amalnya, tidak mencari imbalan berupa harta, kedudukan, status sosial maupun tujuan-tujuan duniawi lainnya. Sebagaimana Muhammad Saw telah diperintahkan oleh Allah dalam firmanNya:

“Mereka itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah. Karena itu, ikutilah petunjuk mereka. Katakanlah,’Aku tidak meminta upah kepada kalian dalam menyampaikan Al Qur’an ini.’ Al Qur’an itu tidak lain hanyalah peringatan untuk segala umat.” (TQS. Al-An’am [6]: 90)

Keempat, setiap pengemban dakwah wajib meyakini janji Allah berupa pertolongan, meyakini akan berpindahnya kepemimpinan di muka bumi kepada mereka, serta meyakini bahwa mereka akan mampu mengalahkan orang-orang kafir, para penguasa zalim dan pengemban ide sekuler. Allah Swt berfirman:

“Siapa saja yang menjadikan Allah, RasulNya dan orang-orang yang beriman menjadi penolongnya, sesungguhnya pengikut (agam) Allah itulah yang menang.” (TQS. Al Maidah [5]: 56)

 

“Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholeh di antara kalian bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan merkea berkuasa di bumi..” (TQS. An Nur [24]:55)

Kelima, sesungguhnya setiap pengemban dakwah wajib untuk mengimani janji Allah tentang balasan pahala atas aktivitas dakwahnya yang lebih baik dari apa pun yang ada di dunia ini. Allah Swt berfirman:

“Serulah mereka kepada Islam dan beritahukan kewajiban mereka, demi Allah seandainya Allah memberi hidayah lewat perantaraanmu pada seseorang itu lebih baik dari hewan tenak yang merah-merah” (HR. Bukhari)

Adapun cara-cara untuk mengambil hati dan mengajak masyarakat pada Islam, kita dapat mengambil tauladan dari Rasul Muhammad Saw. Sebagaimana yang ditulis oleh Dr. Muhammad Rawas Qal’ah Ji dalam kitabnya Dirasah Tahliliyyah li Syakhsyiyyah ar-Rasul Muhammad:

1.    Tidak membedakan (mengistimewakan) diri dari mereka

2.    Tidak melukai perasaan mereka

3.    Meraih hati mereka dengan bergaul dan berbuat baik kepada mereka

4.    Memiliki perkataan yang manis dan diselingi canda (humor) yang ma’ruf

Wallahua’lam




RSS comments

Tulis komentar
Nama:
E-mail
Homepage
Judul:
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Komentar:



Code:* Code
I wish to be contacted by email regarding additional comments

 
Selanjutnya >

 

 

Support

Marketing


Assalamualaikum Wr Wb

Selamat datang di Khilafah Centre Online. Bagi anda yang ingin mendapatkan informasi secara online mengenai buku terbaru atau pun pembukaan cabang KC di daerah silahkan hubungi Support Team kami. Terima kasih.


Buku Laris

Image

Judul : 150 Menit Belajar Membaca Kitab Gundul
Penulis: Yasir Tajid S.M

Harga : Rp. 65.000 (Termasuk 2 CD Interaktif)

Membaca kitab gundul telah menjadi momok bagi para santri di pondok pesantren, aktivis dakwah yang mengkaji kitab-kitab berbahasa arab dan siapa pun yang berminat mempelajari Islam langsung dari sumber yang kebanyakan menggunakan bahasa arab gundul. Berbagai metode ditawarkan dalam pembelajaran membaca kitab gundul ini. Namun tak banyak yang menjanjikan waktu singkat untuk menguasainya. Salah satunya adalah buku 150 Menit Belajar Membaca Kitab Gundul ini.

Untuk pemesanan buku silahkan kunjungi Toko Buku Khilafah Centre atau hubungi 021-4894133/ 081387823409 (Surya).

Majalah/Tabloid

 Suara Islam edisi 55

Lebih dari 100 terpidana mati yang ditahan di penjara belum juga dieksekusi. Bahkan, ada yang sudah 38 tahun lebih tapi masih hidup sampai saat ini. Tapi mengapa media massa kita banyak yang memberitakan seolah-olah ada tekanan dari publik agar eksekusi mati Amrozi Cs segera dilaksanakan. Ada apa sebenarnya? Apakah pemerintah SBY sekedar ingin mendapat rapor baik atau bagaimana?

Mantan Kabakin ZA Maulani (almarhum) pernah menganalisis bahwa bom yang meledak di Paddys Club pada peristiwa Bom Bali I bukan bom biasa melainkan mikro nuklir yang hanya diproduksi di Amerika, Perancis dan Israel. Dikatakan juga, Amrozi cs tak mungkin bisa membuat bom mikro nuklir sedahsyat itu.

Di sisi lain, Amien Rais (Ketua MPR waktu itu) pernah meminta rekonstruksi agar Amrozi merakit bom dengan diberikan bahan-bahan bom persis sama dengan yang pernah dipakainya untuk meledakkan bom di Bali. Sayangnya, rekonstruksi ini tak pernah dilakukan. Sehingga tak pernah bisa dibuktikan bahwa Amrozilah yang membuat bom yang meledak dan menewaskan ratusan orang di Bali itu. Kasus bom Bali memang menyisakan kontroversi.

 
Image Suara Islam Edisi 49

Islam hanya akan bisa dimenangkan jika para pejuangnya bersatu dan saling bahu membahu. Rasulullah akan bergembira bila melihat orang-orang yang mengaku menjadi umatnya secara tulus ikhlas memperjuangkan Islam dengan gagah berani tanpa basa-basi. Sebaliknya Rasulullah akan bersedih bila aktivis partai Islam hanya menjadikan Islam sebagai tunggangan mencari kekuasaan dan kenikmatan duniawi. Maka arus Islam 2009 menjadi harapan umat demi kejayaan Islam. Beranikah partai-partai Islam membuktikan? Wallahu 'alam.

Dapatkan segera di Khilafah Centre. Tersedia pula Edisi Promosi dengan harga khusus. Hubungi Rasyid di 021-4894133/ 021-32926952 atau Surya di 081387823409.