|
Siapa di Balik Naiknya Harga Minyak? |
|
|
|
|
Ditulis oleh ihsan
|
|
Saturday, 31 May 2008 |
Oleh A. Jafar M. Sidik
Siapa tak kenal T. Boone Pickens? Di pasar energi global dan lingkungan pasar modal Wall Street di Amerika Serikat (AS), nama T. Boone Pickens terkenal sebagai spekulan minyak kelas atas paling penting. "Saat ia berbicara, orang-orang menyimaknya. Bahasanya mudah dimengerti siapa pun. Ketika menyebut harga minyak bakal mencapai 150 dolar AS per barel akhir 2008 nanti, semua orang mengamininya," kata Todd Benjamin, Redaktur Keuangan CNN International.  |
|
Terakhir diperbaharui ( Saturday, 31 May 2008 )
|
|
Baca selebihnya...
|
|
|
Ditulis oleh ihsan
|
|
Saturday, 31 May 2008 |
|
Oleh Revrisond Baswir Kenaikkan harga minyak mentah di pasar internasional sebenarnya tidak sepenuhnya berdampak negatif terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Mengapa? Pada sisi belanja, kenaikkan harga minyak mentah memang berakibat pada terjadinya lonjakan beban subsidi. Tetapi pada sisi pendapatan, sebagai negara produsen minyak, hal tersebut juga berakibat pada terjadinya lonjakan penerimaan negara. Simaklah perbandingan antara APBN 2008 dengan APBN-P 2008 berikut. Dalam APBN 2008, harga minyak mentah dipatok sebesar 60 dollar Amerika perbarrel. Dengan asumsi seperti itu, beban subsidi BBM berjumlah Rp45,8 triliun, sedangkan Penerimaan Minyak Bumi (PMB) berjumlah Rp84,3 triliun.  |
|
Terakhir diperbaharui ( Saturday, 31 May 2008 )
|
|
Baca selebihnya...
|
|
|
100 Tahun Kebangkitan atau 'Kebangetan' Nasional? |
|
|
|
|
Ditulis oleh ihsan
|
|
Friday, 23 May 2008 |
|
Oleh: Erie Sudewo Seorang karib dari Yogya kirim sms. Isinya: "Mas, yang benar Kebangkitan atau Kebangetan atau Kebangkrutan Indonesia 100 Tahun?" TETAP SEMANGAT (huruf kapital) di akhir sms-nya. Tersirat rasa frustrasinya. Padahal dia lulusan FE UGM. Pernah menjabat Ketua BEM. Ogah jadi PNS meski difasilitasi. Terbukti sekarang punya usaha sendiri. Dan kini sering menulis opini. Malam 20 Mei 2008, seluruh stasiun televisi menayangkan pergelaran '100 Tahun Kebangkitan Nasional' dari Istora Senayan. Ada tiga soal berkait acara ini. Pertama isi acara. Alur tema dengan yang digelar agaknya terputus. Yang diperagakan, ternyata sekadar penggalan tarian daerah. Jakarta dengan ondel-ondel, Bali dengan Barongnya. Sesuatu yang biasa disaksikan sehari-hari. Lantas, bisakah ini jelaskan pertanyaan: 'Apanya yang bangkit?' Komentar (1) |
|
Terakhir diperbaharui ( Friday, 23 May 2008 )
|
|
Baca selebihnya...
|
|
|
Beban Berat Masyarakat (BBM) |
|
|
|
|
Ditulis oleh ihsan
|
|
Monday, 12 May 2008 |
|
Oleh Hady Sutjipto Tinggal tunggu waktu. Itulah suasana hati masyarakat saat ini ketika pemerintah akan menaikkan harga BBM. Pemerintahan SBY-JK telah dua kali menaikkan harga BBM, yaitu 30% pada Maret 2005 dan 120% pada 1 Oktober 2005. Menurut Meneg PPN/Kepala Bappenas Paskah Suzetta, kenaikan harga BBM itu akan diimbangi dengan penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) plus bagi masyarakat miskin. Dana kompensasi BBM mencapai Rp 35 triliun dan akan dialokasikan untuk program pengentasan kemiskinan (Pikiran Rakyat, 8/5/2008). Komentar (2) |
|
Baca selebihnya...
|
|
|
Jejak Buku dalam Peradaban Islam |
|
|
|
|
Ditulis oleh ihsan
|
|
Wednesday, 16 April 2008 |
|
Dalam sebuah kuliahnya mantan Menteri Luar Negeri, Mochtar Kusumaatmadja, mengatakan ada sebuah hal yang terus `disembunyikan' dalam peradaban moderen di mana Barat kini menjadi pihak yang menghegemoninya. Hal itulah adalah fakta bahwa di dasar peradaban mereka ada sebuah peninggalan kasanah ilmu pengetahuan hasil karya peradaban Islam. ''Berkat peradaban Islamlah cara berpikir rasional yang merupakan peninggalan zaman Yunani hidup kembali. Yang membangunkannya adalah para ilmuwan Islam. Jadi di sini peradaban Islam adalah sebagai 'jembatan penting' dari hadirnya peradaban masa kini,'' kata Muchtar Kusumaatmadja. Bagi benak banyak orang, mereka tampaknya begitu yakin bahwa peradaban kontemporer ini hadir begitu saja sebagai karya orisinil peradaban barat. Fanatisme ini banyak terlihat dengan mengatakan bahwa 'bapak peradaban' dunia adalah Isac Newton. Begitu juga dengan anggapan fanatik bahwa bapak ilmu filsafat moderen adalah Imanuel Kant. Komentar (4) |
|
Terakhir diperbaharui ( Friday, 02 May 2008 )
|
|
Baca selebihnya...
|
|
|
|
<< Awal < Sebelumnya 1 2 Selanjutnya > Akhir >>
|
| Hasil 1 - 9 dari 14 |